Jumat, 11 Maret 2011

temple grandin:sebuah kisah autisme

Temple Grandin menjalani hidup yang cukup berat di masa kanak-kanaknya. Pada usia dua tahun ia mengalami gangguan pada otak dan pada usia 3 tahun didiagnosa autis. Grandin kemudian dimasukkan ke sekolah khusus, ia juga menjalani speech therapy. Selain itu orangtuanya merekrut seorang pengasuh yang harus mengajarkan Grandin selama berjam-jam setiap harinya.

Temple Grandin, saat ini telah berusia 62 tahun

Pada usia 4 tahun, Grandin baru bisa berbicara. Dapat dikatakan ia beruntung memiliki seorang guru yang baik selama ia bersekolah. Namun hal ini tidak berlangsung lama, di usia remaja Grandin kerap menjadi bahan olok-olokkan karena Grandin selalu mengulang perkataan orang lain (ekolali). ”Saat ini saya dapat menertawakan pengalaman itu, tetapi di masa itu, perasaan saya sangat sakit” , kata Grandin dewasa ketika mengingat masa remajanya.

Grandin memiliki kecerdasan yang luar biasa disamping gangguan yang ia alami. Setelah lulus dari sekolah untuk anak berbakat, Grandin berhasil meraih gelar bachelor di bidang psikologi (Franklin Pierce College), dilanjutkan dengan gelar master di bidang animal science (Arizona State University) dan secara mengejutkan ia meraih gelar proffessor dari University of Illinois pada tahun 1989 (usia 42 tahun).

Selain pekerjaannya di bidang livestock (memastikan kondisi bahan pangan untuk masyarakat), Grandin aktif membela hak-hak individu dengan gangguan autis. Grandin beberapa kali mendapat liputan dari media (majalah Forbe, People, berbagai stasiun TV dan lain-lain), kisah hidupnya juga dijadikan film semi biografi oleh stasiun televisi HBO.
Dalam autobiografinya Grandin mengatakan bahwa autisme mempengaruhi seluruh aspek hidupnya, ia harus mengenakan pakaian berbahan khusus (karena ia mengalami hipersensitif), hidup dengan jadwal terstruktur , menggunakan squeeze box untuk meredakan stres dan lain-lain.

Di luar segala kesulitan yang ia hadapi, Grandin mengatakan :

” andai saya dapat menjentikkan jari dan berubah menjadi individu non-autis, saya tidak akan melakukannya. Autis adalah bagian yang telah menjadikan diri saya ”

“If I could snap my fingers and become nonautistic I would not do so. Autism is part of who I am.”

16 Mei 2010 lalu, Grandin menerima honorary Doctorate of Humane Letters dari Duke University.

Kamis, 27 Januari 2011

inilah faktor-faktor yang dapat menghambat ataupun mengembangkan organisasi

organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan. dan dalam jalannya pengorganisasian pasti ditemukan masalah dan hambatan dalam berbagai hal. halhal tersebut dapat menjadi penghambat majunya organisasi, namun bisa juga menjadi faktor pengembang suatu organisasi. Faktor-faktor itu antara lain,

1. Modal
Modal digunakan untuk membangun aset, pembelian bahan baku, rekrutmen tenaga kerja, dan lain sebagainya untuk menjalankan kegiatan industri. Modal bisa berasal dari dalam suatu negara serta dari luar negeri yang disebut juga sebagai penanaman modal asing (PMA).

2. Tenaga Kerja
Tenaga kerja dengan jumlah dan standar kualitas yang sesuai dengan kebutuhan suatu perindustrian tentu akan membuat industri tersebut menjadi lancar dan mempu berkembang di masa depan. Jika suatu negara kelebihan tenaga kerja, maka salah satu solusi yang baik adalah mengirim tenaga kerja ke luar negeri menjadi tenaga kerja asing. Contohnya indonesia dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tenaga kerja wanita (TKW). Jika suatu negara kekurangan tenaga kerja maka salah satu jalan keluarnya adalah mendatangkan tenaga kerja asing dari luar negaranya.

3. Bahan Mentah / Bahan Baku
Bahan baku adalah salah satu unsur penting yang sangat mempengaruhi kegiatan produksi suatu industri. Tanpa bahan baku yang cukup maka proses produsi dapat terhambat dan bahakan terhenti. Untuk itu pasokan bahan mentah yang cukup baik dari dalam maupun luar negeri / impor dapat melancarkan dam mempercepat perkembangan suatu industri.

4. Transportasi
Sarana transportasi sangat vitas dibutuhkan suatu industri baik untuk mengangkut bahan mentah ke lokasi industri, mengangkut dan mengantarkan tenaga kerja, pengangkutan barang jadi hasil output industri ke agen penyalur / distributor atau ke tahap produksi selanjutnya, dan lain sebagainya. Terbayang bila transportasi untuk kegiatan tadi terputus.

5. Sumber Energi / Tenaga
Industri yang modern memerlukan sumber energi / tenaga untuk dapat menjalankan berbagai mesin-mesin produksi, menyalakan perangkat penunjang kegiatan bekerja, menjalankan kendaraan-kendaraan industri dan lain sebagainya. Sumber energi dapat berwujud dalam berbagai bentuk seperti bahan bakar minyak / bbm, batubara, gas bumi, listrik, metan, baterai, dan lain sebagainya.

6. Marketing / Pemasaran Hasil Output Produksi
Pemasaran produk hasil keluaran produksi haruslah dikelola oleh orang-orang yang tepat agar hasil produksi dapat terjual untuk mendapatkan keuntungan / profit yang diharapkan sebagai pemasukan untuk pembiayaan kegiatan produksi berikutnya, memperluas pangsa pasar, memberikan dividen kepada pemegang saham, membayar pegawai, karyawan, buruh, dan lain-lain.

B. Faktor Penunjang / Faktor Pendukung

1. Kebudayaan Masyarakat
Sebelum membangun dan menjalankan kegiatan industri sebaiknya patut dipelajari mengenai adat-istiadat, norma, nilai, kebiasaan, dan lain sebagainya yang berlaku di lingkungan sekitar. Tidak sensitif terhadap kehidupan masyarakat sekitar mampu menimbulkan konflik dengan penduduk sekitar. Selain itu ketidak mampuan membaca pasar juga dapat membuat barang hasil produksi tidak laku di pasaran karena tidak sesuai dengan selera konsumen, tidak terjangkau daya beli masyarakat, boikot konsumen, dan lain-lain.

2. Teknologi
Dengan berkembangnya teknologi dari waktu ke waktu akan dapat membantu industri untuk dapat memproduksi dengan lebih efektif dan efisien serta mampu menciptakan dan memproduksi barang-barang yang lebih modern dan berteknologi tinggi.

3. Pemerintah
Pemerintah adalah bagian yang cukup penting dalam perkembangan suatu industri karena segala peraturan dan kebijakan perindustrian ditetapkan dan dilaksanakan oleh pemerintah beserta aparat-aparatnya. Pemerintahan yang stabil mampu membantu perkembangan industri baik dalam segi keamanan, kemudahan-kemudahan, subsidi, pemberian modal ringan, dan sebagainya.

4. Dukungan Masyarakat
Semangat masyarakat untuk mau membangun daerah atau negaranya akan membantu industri di sekitarnya. Masyarakat yang cepat beradaptasi dengan pembangunan industri baik di desa dan di kota akan sangat mendukung sukses suatu indutri.

5. Kondisi Alam
Kondisi alam yang baik serta iklim yang bersahabat akan membantu industri memperlancar kegiatan usahanya. Di Indonesia memiliki iklim tropis tanpa banyak cuaca yang ekstrim sehingga kegiatan produksi rata-rata dapat berjalan dengan baik sepanjang tahun.

6. Kondisi Perekonomian
Pendapatan masyarakat yang baik dan tinggi akan meningkatkan daya beli masyarakat untuk membeli produk industri, sehingga efeknya akan sangat baik untuk perkembangan perindustrian lokal maupun internasional. Di samping itu Saluran distribusi yang baik untuk menyalurkan barang dan jasa dari tangan produsen ke konsumen juga menjadi hal yang sangat penting.

Faktor-faktor yang menghambat pembangunan dan perkembangan industri merupakan kebalikan dari kondisi faktor-faktor di atas. Hanya saja nilainya yang lebih negatif.
Contoh :
- Permodalan yang kurang
- Tidak ada sdm yang sesuai dengan yang dibutuhkan
- Hasil produksi yang kualitas buruk
- Pemasaran yang buruk
- Daya beli masyarakat yang rendah
- Dan masih banyak lagi yang lainnya.

tipologi kepemimpinan

Pemimpin adalah seseorang yang memimpin suatu organisasi, yang dapat menggunakan logika, dan metode-metode untuk memikirkan, kemudian melakukan tindakan untuk mencapai tujuan organisasi. Dialah yang bertanggung jawab penuh atas organisasi dan operasionalnya. Tidak terlepas juga ada berbagai macam tipe pemimpin, yang menjalankan tugasnya sesuai karakteristiknya, oleh sebab itu marilah kita bahas tipe-tipe pemimpin tersebut,

Tipe Otokratik

Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.
Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalambentuk :
kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalamorganisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka
pengutmaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:
1. menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya
2. dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya
3. bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi
4. menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan.

Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris.Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.
Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat.Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru.Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.


Tipe Kharismatik

Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik.Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar.Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.




Tipe Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasiakan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
Karakteristik dan gaya kepemimpinan tipe ini adalah :
1. pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif
2. pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang lebih rendah dan kepada petugas operasional, kecuali dalam hal-hal tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya langsung.
3. Status quo organisasional tidak terganggu
4. Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindah yang inovatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan sendiri.
5. Sepanjang dan selama para anggota organisasi menunjukkan perilaku dan prestasi kerja yang memadai, intervensi pimpinan dalamorganisasi berada pada tingkat yang minimum.

Tipe Demokratik

• Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi.
• Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan.
• Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya.
• Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia
• Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Kepemimpinan dalam Organisasi

Organisasi adalah suatu hal yang sangat dibutuhkandalam semua bidang. Dalam perekonomian, sosial, budaya, olahraga, dan masih banyak bidang lainnya membutuhkan organisasi. Organisasi sangat dibutuhkan dalam menjalankan sistem yang akan menjalankan operasional dalam berbagai bidang tersebut. Semakin baik organisasinya, akan semakin baik sistem yang dijalankan atau digunakan, sehingga akan terjadi peningkatan baik kuantitatif, maupun kualitatif dalam bidang yang bersangkutan. Semua aspek dalam organisasi sangat berperan aktif talam kemajuan sistemnya, namun yang paling menonjol adalah pemimpin. Pemimpin adalah seseorang yang memimpin suatu organisasi, yang dapat menggunakan logika, dan metode-metode untuk memikirkan, kemudian melakukan tindakan untuk mencapai tujuan organisasi. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang baik dan bermental kuat dalam menjalankan dan memimpin organisasi. Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok pemimpin berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok. Karenanya, dibutuhkan pemimpin yang memiliki sifat-sifat seperti,
• Jujur dalam menjalankan organisasi, yang dimaksud adalah dapat berfikir realistis dan tidak mengada-ngada
• Mampu berkomunikasi dengan bawahan, sehingga tujuan dan misi dari organisasi tersalurkan kepada bawahan yang akan menjalankan operasional organisasi
• Mampu mengambil keputusan secara tepat, tegas dan cepat
• Bertanggung jawab atas segala keputusan
• Mampu memberi rasa nyaman kepada bawahan sehingga terjadi kesinambungan dalam organisasi
• Disiplin, tepat waktu
• Mau mendengarkan saran anggota lain
• Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.
• Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang
• Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.
• Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan dalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.
• Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.
• Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.
• Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.
• Keteladanan,s seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.
• Menjadi Pendengar yang Baik
• Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisonal, temporal dan spatial.
• Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.
• Ketegasan
• Keberanian
• Orientasi Masa Depan
Dalam menjalankan kepemimpinan, pemimpin haruslah memiliki hal-hal diatas agar memiliki organisasi dan sistem yang kuat. Hal tersebut menunjang teori kepemimpinan yaitu Teori Humanistik dengan para pelopor Argryris, Blake dan Mouton, Rensis Likert, dan Douglas McGregor. Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan “motivated organism”. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. Fungsi dari kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok. Apabila dicermati, didalam Teori Humanistik, terdapat tiga variabel pokok, yaitu; (1), kepemimpinan yang sesuai dan memperhatikan hati nurani anggota dengan segenap harapan, kebutuhan, dan kemampuan-nya, (2), organisasi yang disusun dengan baik agar tetap relevan dengan kepentingan anggota disamping kepentingan organisasi secara keseluruhan, dan (3), interaksi yang akrab dan harmonis antara pimpinan dengan anggota untuk menggalang persatuan dan kesatuan serta hidup damai bersama-sama. Blanchard, Zigarmi, dan Drea bahkan menyatakan, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan terhadap orang lain, melainkan sesuatu yang Anda lakukan bersama dengan orang lain (Blanchard & Zigarmi, 2001).
Organisasi seharusnya memiliki pemimpin yang memiliki kepemimpinan dengan ciri-ciri ideal diatas serta organisasi memiliki visi seperti yang ada dalam teori humanistik tersebut. Mungkin ini bisa dicontoh untuk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI. Yang kita lihat, baru-baru ini setelah piala Danone di Prancis, Indonesia yang dibela anak-anak kecil, sanggup berbicara di kancah tersebut, yang lebih hangat tentu saja kemenangan Indonesia junior melawan Italia junior dengan skor 1-0. Ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi pada Indonesia senior yang sangat jauh dari harapan. Yang harus dibenahi hanyalah satu, organisasi PSSI harus dirombak, dengan pemimpin yang memiliki kepribadian yang kuat serta kepemimpinan dengan ciri-ciri diatas. Dengan pemimpin yang kuat, akan terjadi sendiri struktur organisasi yang kuat juga, yang akan memperbaiki sistem dari PSSI tersebut, imbasnya pastilah kita dapat berbicara dalam kancah sepakbola internasional. Kita tidak akan melihat Indonesia kalah dengan skor yang telak dan kita akan melihat kemenangan melawan tim-tim besar.
Oleh karena itu, dalam organisasi dibutuhkan pemimpin yang kuat, yang mampu mengubah sistem organisasi sekuat dirinya yang efeknya akan terus memajukan organisasi tersebut.

Kamis, 21 Oktober 2010

bike to work

“Bike to Work”

Kemacetan merupakan permasalahan yang sangat pelik, rumit, dan setiap hari kita jumpai. Dari mulai berangkat ke kampus, sekolah, kerja, maupun ibu rumah tangga yang menuju pasar, semua mengalaminya. Kemacetan sangat menggangu bagi semua orang, menghambat pekerjaan, memakan waktu, dan berbagai kesulitan lainnya. Kitapun sebagai mahasiswa pasti merasakan itu. Apakah yang menimbulkan kemacetan tersebut? Orang-orang biasanya menyalahkan jalanan yang sepit, ankutan umum yang berhenti sembarangan, sampai pihak polisi yang tidak dapat menertibkan lalu lintas. Namun sebenarnya, semua itu salah. Sebenarnya kitalah yang menyebabkanya.
Kitalah yang menyebabkan kemacetan terjadi, mulai dari berkendara yang ugal-ugalan, menyeberang bukan di tempat yang digunakan, dan menunggu angkutan umum di jalan raya, bukan di halte atau terminal. Sebenarnya semua itu dapat dilakukan mulai dari diri kita. Walau pun semua orang tidak sependapat, minimal kita meminimalisir kemacetan tersebut melalui tindakan kita. Untuk mengurangi kemacetan, kita dapat menggunakan angkutan umum, dan meninggalkan kendaraan kita di rumah. Solusi lainnya adalah dengan bersepeda. Mengapa bersepeda? Karena sepeda tidak menimbulkan kemacetan karena bentuknya yang kecil dan bebas dari polusi. Sekarang ini, kita juga harus sadar, kita harus menjaga kelestarian lingkungan kita dengan baik, salah satunya adalah polusi. Oleh karena itu, mari kita bersepeda.
Meski baru sedikit peminatnya, namun perkembangan sepeda untuk beraktifitas sangat baik. Mulai dari ide “Car Free Day” yang dilaksanakan Pemda DKI yang diadakan setiap hari minggu, mampu meminimalisir kemacetan dan dan mengundang banyak orang dari anak kecil, sampai usia lanjut bersepeda. Gagasan itulah yang membuat bersepeda kini mulai digemari. Indonesia kini mulai mengikuti Jepang, yang sudah menggunakan sepeda sebagai alternatif transportasi di negaranya. Terbukti di Jepang, yang meski memiliki sistem jalan raya yang baik, mampu mengurangi polusi dan kemacetan. Untuk itulah Indonesia patut mencontohnya untuk menanggulangi hal kemacetan tersebut.
Sepeda adalah sarana transportasi yang fleksibel, dan harganya terjangkau, itulah yang menyebabkan perkembangan sepeda terus meningkat, walau tidak secepat sepeda motor ataupun mobil. Sekarang ini, sudah banyak klub-klub sepeda di Jakarta, tujuannya sama, untuk mempopulerkan “bike to work”. Mereka bersepeda selain untuk menanggulangi kemacetan, selain itu untuk rekreasi, mereka menjadi menikmati perjalanan ke kantor, berbeda dengan bila kita berkendara yang menyebabkan kita stres karena macet. Mereka yang bersepeda, mulai dari kalangan mahasiswa, pelajar, karyayan, dan yang mengagumkan, orang-orang yang memiliki jabatan-jabatan penting di berbagai perusahaan, ikut menggunakan sepeda untuk ke kantor. Mereka tidak malu untuk menggunakan sepeda, karena mereka menikmatinya. Perkembangan sepeda semakin baik kini di mata masyarakat Jakarta. Dari orang-orang yang hanya melihat, kemudian tertarik, dan mencobanya. Akhirnya mereka mencintai kegiatan itu, dan menyadari bahwa kemacetan bisa ditanggulangi dengan bersepeda. Kegiatan mereka itulah yang menyebabkan pemda DKI ingin membangun jalur khusus untuk bersepeda. Rencana ini disambut baik oleh para bikers, dan mengharapkan kemacetan berkurang. Semoga rencana ini disambut dan didukung oleh kita, para pemuda, yang cinta tanah air, dan lingkungan kita. Pemuda merupakan kekuatan bangsa Indonesia. Kitalah yang harus mewariskan lingkungan yang kita miliki. Kita harus terus menjaga kelestarian alam. Kemacetan, polusi, biaya untuk BBM, inilah yang kita persoalkan tiap hari. Marilah kita coba bersepeda, agar kemacetan dapat kita tanggulangi, agar nantinya lingkungan Jakarta, menjadi asri kembali. Anda berminat?

Powered By Blogger