Sabtu, 23 Oktober 2010

Kepemimpinan dalam Organisasi

Organisasi adalah suatu hal yang sangat dibutuhkandalam semua bidang. Dalam perekonomian, sosial, budaya, olahraga, dan masih banyak bidang lainnya membutuhkan organisasi. Organisasi sangat dibutuhkan dalam menjalankan sistem yang akan menjalankan operasional dalam berbagai bidang tersebut. Semakin baik organisasinya, akan semakin baik sistem yang dijalankan atau digunakan, sehingga akan terjadi peningkatan baik kuantitatif, maupun kualitatif dalam bidang yang bersangkutan. Semua aspek dalam organisasi sangat berperan aktif talam kemajuan sistemnya, namun yang paling menonjol adalah pemimpin. Pemimpin adalah seseorang yang memimpin suatu organisasi, yang dapat menggunakan logika, dan metode-metode untuk memikirkan, kemudian melakukan tindakan untuk mencapai tujuan organisasi. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang baik dan bermental kuat dalam menjalankan dan memimpin organisasi. Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok pemimpin berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok. Karenanya, dibutuhkan pemimpin yang memiliki sifat-sifat seperti,
• Jujur dalam menjalankan organisasi, yang dimaksud adalah dapat berfikir realistis dan tidak mengada-ngada
• Mampu berkomunikasi dengan bawahan, sehingga tujuan dan misi dari organisasi tersalurkan kepada bawahan yang akan menjalankan operasional organisasi
• Mampu mengambil keputusan secara tepat, tegas dan cepat
• Bertanggung jawab atas segala keputusan
• Mampu memberi rasa nyaman kepada bawahan sehingga terjadi kesinambungan dalam organisasi
• Disiplin, tepat waktu
• Mau mendengarkan saran anggota lain
• Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.
• Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang
• Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.
• Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan dalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.
• Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.
• Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.
• Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.
• Keteladanan,s seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.
• Menjadi Pendengar yang Baik
• Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisonal, temporal dan spatial.
• Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.
• Ketegasan
• Keberanian
• Orientasi Masa Depan
Dalam menjalankan kepemimpinan, pemimpin haruslah memiliki hal-hal diatas agar memiliki organisasi dan sistem yang kuat. Hal tersebut menunjang teori kepemimpinan yaitu Teori Humanistik dengan para pelopor Argryris, Blake dan Mouton, Rensis Likert, dan Douglas McGregor. Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan “motivated organism”. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. Fungsi dari kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok. Apabila dicermati, didalam Teori Humanistik, terdapat tiga variabel pokok, yaitu; (1), kepemimpinan yang sesuai dan memperhatikan hati nurani anggota dengan segenap harapan, kebutuhan, dan kemampuan-nya, (2), organisasi yang disusun dengan baik agar tetap relevan dengan kepentingan anggota disamping kepentingan organisasi secara keseluruhan, dan (3), interaksi yang akrab dan harmonis antara pimpinan dengan anggota untuk menggalang persatuan dan kesatuan serta hidup damai bersama-sama. Blanchard, Zigarmi, dan Drea bahkan menyatakan, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan terhadap orang lain, melainkan sesuatu yang Anda lakukan bersama dengan orang lain (Blanchard & Zigarmi, 2001).
Organisasi seharusnya memiliki pemimpin yang memiliki kepemimpinan dengan ciri-ciri ideal diatas serta organisasi memiliki visi seperti yang ada dalam teori humanistik tersebut. Mungkin ini bisa dicontoh untuk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI. Yang kita lihat, baru-baru ini setelah piala Danone di Prancis, Indonesia yang dibela anak-anak kecil, sanggup berbicara di kancah tersebut, yang lebih hangat tentu saja kemenangan Indonesia junior melawan Italia junior dengan skor 1-0. Ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi pada Indonesia senior yang sangat jauh dari harapan. Yang harus dibenahi hanyalah satu, organisasi PSSI harus dirombak, dengan pemimpin yang memiliki kepribadian yang kuat serta kepemimpinan dengan ciri-ciri diatas. Dengan pemimpin yang kuat, akan terjadi sendiri struktur organisasi yang kuat juga, yang akan memperbaiki sistem dari PSSI tersebut, imbasnya pastilah kita dapat berbicara dalam kancah sepakbola internasional. Kita tidak akan melihat Indonesia kalah dengan skor yang telak dan kita akan melihat kemenangan melawan tim-tim besar.
Oleh karena itu, dalam organisasi dibutuhkan pemimpin yang kuat, yang mampu mengubah sistem organisasi sekuat dirinya yang efeknya akan terus memajukan organisasi tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger